Profil Kami
Apa itu Desain Komunikasi Visual ?

Program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah jurusan desain yang pertama lahir di STTS. Program studi ini akan mencetak sarjana-sarjana desain yang profesional dan bukan hanya bisa menciptakan karya desain, namun dia juga harus bisa mengkomunikasikan ide/pendapat/pikiran melalui bahasa visual lewat karyanya.

Visi dan Misi DKV-STTS

Visi

Program Studi Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Teknik Surabaya menjadi program studi unggulan di bidang DKV berbasis teknologi komputer yang memperoleh reputasi baik di masyarakat khususnya daerah Jawa Timur.

 

Misi

Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada bidang desain komunikasi visual yang berbasis teknologi komputer, menggiatkan penelitian yang memberikan kontribusi pada perkembangan dunia desain dan menerapkan keilmuan dan ketrampilan dalam pengembangan industri kreatif di masyarakat, sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat).

Tujuan DKV-STTS
  • Mampu mengapresiasi seni terapan, memiliki ketrampilan dan keahlian dalam karya yang nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia industri.
  • Mampu memanfaatkan teknologi komputer untuk meningkatkan produktvitas dalam berkarya.
  • Mampu berkompetensi dalam dunia kerja dan mampu menciptakan industri kreatif yang mennyerap tenaga kerja.
  • Mampu meneliti dan menciptakan inovasi baru di bidang seni terapan.
TIGA PILAR dan LOGO DKV-STTS

  

TIGA PILAR DKV-STTS

Sesuai namanya, Desain Komunikasi Visual adalah proses kreatif untuk menyampaikan/mengkomunikasikan ide/informasi  menggunakan karya seni visual. Seni visual memerlukan media, yaitu perantara untuk pesan, dari si penyampai ke penerima. Media untuk seni visual bermacam-macam sesuai perkembangan jaman, ada yang tradisional (misal lukisan di kanvas) maupun yang modern (misalnya augmented reality). Variasi media ini yang menyebabkan teknologi menjadi hal tak terpisahkan dari Desain Komunikasi Visual.

Manusia sebagai mahluk visual, secara umum lebih mudah menerima informasi dalam bentuk visual (gambar). Fakta ini membuat Desain Komunikasi Visual menjadi ranah ilmu yang strategis, karena berpotensi membuat perubahan yang revolusioner bagi ide dan faham yang berkembang dalam masyarakat. Sebagai contoh, jaman dulu poster-poster iklan rokok membuat banyak orang merokok, sedangkan di jaman sekarang, poster anti-rokok ikut mengurangi jumlah perokok. Dalam urusan bisnis, tentu ilmu ini tidak mungkin dilewatkan. Dunia advertising yang awalnya digunakan untuk mendukung suatu bisnis, saat ini bahkan sudah menjadi ladang bisnis tersendiri. Tidak hanya bisnis, namun semua aspek sosial yang ada dalam masyarakat, tanpa perkecualian, semua menggunakan kemampuan Desain Komunikasi Visual sebagai alat bantu yang sangat efektif.

Gambaran singkat di atas menunjukkan, bahwa untuk menguasai ilmu Desain Komunikasi Visual, setidaknya ranah-ranah ilmu ini harus dipelajari: seni (proses kreatif dan keterampilan), teknologi (untuk memanfaatkan semua media sesuai jaman), bisnis (sebagai sarana keberlangsungan, maupun target yang hendak dibangun), psikologi (memahami sifat manusia sebagai objek dan pelaku), dan ilmu komunikasi (transfer informasi antar manusia). Pertanyaanya, apakah seorang sarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) harus menguasai semua ilmu tersebut? Jawabannya iya. Namun tentu saja dalam waktu perkuliahan yang singkat (4 tahun) tidak semua bisa selesai dipelajari. Setiap kampus DKV akan memiliki keunikan/positioning tersendiri yang hanya memfokuskan pendidikannya pada beberapa ranah ilmu saja. 

Prodi S1-Desain Komunikasi Visual di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (DKV-STTS) memilih untuk memfokuskan pendidikannya di tiga ranah ilmu, dan menjadi tiga pilar bagi penyusunan kurikulum dan mata kuliah. Pilar pertama adalah Seni. Karena desain visual berangkat dari dasar kesenian, maka ranah kesenian tidak mungkin dilepaskan. Di ranah ini, mahasiswa akan dilatih untuk mengembangkan kreativitas mereka, dalam proses kreatif maupun keterampilan dalam membuat karya nyata. Pilar kedua adalah Teknologi. Seperti telah dibahas di atas, penguasaan teknologi mutlak diperlukan untuk bisa memanfaatkan semua media yang ada. Selain itu, karena STTS sendiri berawal dari perguruan tinggi teknik, maka urusan pemanfaatan teknologi untuk media baru menjadi unggulan DKV-STTS. Pilar ketiga adalah Bisnis. Desain itu ilmu aplikatif, jadi karya harus bisa diterima masyarakat sesuai fungsinya dalam dunia industri kreatif. Diterimanya karya juga akan menjadi sumber finansial bagi kelangsungan dan pengembangan artis dan karya-karyanya. Jadi dalam DKV-STTS, juga diajarkan bagaimana agar karya bisa diarahkan untuk mengisi kebutuhan pasar, atau menciptakan pasar.

LOGO DKV-STTS

Tiga pilar, yaitu Seni+Teknologi+Bisnis, yang mendasari pendidikan DKV-STTS digambarkan dengan cerdas dalam logo DKV-STTS (lihat gambar). Logo tersebut disusun dari tiga bentuk sederhana. Bentuk di kiri adalah Lingkaran. Bentuk ini menggambarkan dunia, permasalahan  global, perputaran, dan dinamika. Bentuk ini mewakili Bisnis. Bentuk di tengah adalah Kotak. Bentuk ini menggambarkan kerapihan, aturan, dan kekohohan. Bentuk ini mewakili Teknologi. Bentuk paling kanan adalah Hati. Bentuk ini menggambarkan keindahan, perasaan, intuisi, dan elemen non-fisik. Bentuk ini mewakili Seni. Tiga bentuk ini disusun hingga sekilas akan terbaca tulisan DKV.

Begitulah sekilas tentang tiga pilar DKV-STTS dan logonya. Dengan penjelasan ini, kita bisa menganalisa kenapa mata kuliah di kurikulum DKV-STTS dipilih dan disusun seperti itu. Berdasar tiga pilar ini, lulusan DKV-STTS akan memiliki kemampuan utama dalam keilmuan DKV yang tidak dimiliki oleh lulusan dari tempat lain. Diharapkan dengan kemampuan ini lulusan DKV-STTS bisa bersaing atau bekerjasama dalam teamwork untuk mengisi kebutuhan industri kreatif yang ada.

Dosen Pengajar
Fasilitas
Ruangan Studio DKV

Sebagai program studi yang bergerak dalam bidang seni terapan, tentu saja kegiatan perkuliahan tidak hanya dilakukan di kelas. Kegiatan perkuliahan yang berupa praktik langsung akan menyertai banyak mata kuliah di DKV STTS. Praktik yang menggunakan media tradisional dilakukan di studio, sedang praktik yang menggunakan media digital dilakukan dalam laboratorium.

Dalam studio mahasiswa bisa mengerjakan materi dan tugas yang diberikan saat perkuliahan. DKV STTS memberikan sesi praktik ini tanpa perlu biaya lagi. Misalnya terdapat matakuliah sebanyak 3 SKS, maka mahasiswa mendapat pertemuan kelas selama 3 SKS dan mendapat pertemuan studio selama 2 SKS tanpa biaya tambahan.

Laboratorium Desain
Ruangan

DKV STTS mengutamakan kemampuan mahasiswa dalam menguasai media digital. Untuk mencapai hal itu maka diberikan fasilitas berupa laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi terkini. Tersedia komputer yang dilengkapi dengan tablet Wacom berukuran A4 yang bisa digunakan mahasiswa untuk membuat digital illustration atau digital sculpting. DKV STTS juga telah bekerjasama dengan banyak software provider sehingga semua program yang digunakan adalah software original yang legal.

Studio Fotografi
Ruangan

DKV STTS juga menyediakan fasilitas untuk bidang fotografi dan perfilman. Tersedia kamera-kamera SLR, kamera video, lighting set bahkan green screen studio yang bisa digunakan mahasiswa untuk membuat karya-karya audio-visual dan sinematografi.

Mata Kuliah